BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM

Hope for the best and prepare for the worst cause Allah will compensate us for all that we do

KONSEKUENSI PENGGUNAAN UTERUS YANG INTENSIF

diposting oleh w-afif-mufida-fk12 pada 16 January 2013
di 1 Etika Kedokteran - 1 komentar

Wanita yang telah melahirkan lebih dari 5 kali disebut grande multipara. Wanita yang menggunakan rahimnya terus-menerus akan menyebabkan jaringan penyangga uterus longgar dan kontraksi uterus lemah. Dengan adanya kelemahan tersebut berpotensi terjadinya pendarahan, syok pendarahan, anemia dan abortus.

1.   Pendarahan

Kontraksi uterus yang lemah dan jaringan penyangga yang longgar mengakibatkan pendarahan tidak berhenti. Fungsi kontraksi adalah mengontrol pendarahan dengan menyempitkan pembuluh darah atau vasokontriksi. Pendarahan yang banyak akan mengakibatkan syok pendarahan.

2.   Syok pendarahan

Dalam kondisi syok, volume sirkulasi darah relative berkurang secara akut. Pendarahan akut dapat menyebabkan syok hipovolemik yaitu pendarahan yang dikarenakan volume cairan darah intravaskuler berrkurang dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang singkat. Penyebab utamanya ialah pendarahan akut lebih dari 20 % volume darah total. Penanganan syok pendarahan yaitu dengan pemberian cairan intrafena dan tranfusi darah. Pendarahan yang hebat berpotensi menyebabkan anemia pada kehamilan.

3.   Anemia

Pada saat kehamilan terjadi peningkatan volume darah, sehingga sel darah merah relatif menjadi lebih rendah. Anemia pada kehamilan adalah kondisi ibu pada kadar hemoglobin dibawah 11 gr % pada trimester 1 dan 3 atau kadarnya kurang dari 10,5 gr % pada trimester 2. Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defiensi besi dan pendarahan akut, bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. Kebutuhan zat besi pada ibu selama kehamilan yaitu 800 mg, diantaranya 300 mg untuk janin plasenta dan 500 mg untuk pertambahan eritrosit ibu, dengan demikian ibu membutuhkan sekitar 2-3 mg  besi per hari.

Terapi anemia yang dikarenakan kekurangan zat besi yaitu dengan menggunakan preparat besi oral. Terapi oral ialah dengan pemberian preparat besi seperti fero sulfat, fero glukonat, atau Na-fero bisitrat. Pemberian preparat 60 mg per hari dapat menaikan kadar HB sebanyak 1 gr % per bulan.

Masalah akan menjadi lebih kompleks jika wanita yang mengunakan uterus udah berusia tua (kandungannya lemah) dan mempunyai riwayat penyakit seperti hipertensi dan diabetes, karena akan diturunkan pada bayinya.

4.   Abortus

Penggunaan uterus terus-menerus mengakibatkan servik (uterus bagian bawah yang membuka kearah vagina) menjadi longgar yang dapat menyebabkan servik incompetent (bentuk sevik yang melowoh). Hal tersebut berpotensi untuk terjadinya persalinan prematur, bahkan dapat menyebabkan abortus. Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum kehamilan berumur 22 minggu Servik incompetent juga berpotensi juga terhadap infeksi dari luar yang berkembang menjadi infeksi kandungan.

5.   Bayi dengan retardasi mental  

Lemahnya fungsi rahim menyebabkan lingkungan dalam rahim menjadi buruk untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Hal ini menyebabkan persalinan prematur dan bayi yang lahir mengalami retardasi mental. Retardasi mental atau keterbelakangan mental merupakan gangguan pertumbuhan (ukuran janin dan perkembangan) psikologi mulai dalam kandungan sampai dengan lahir.

6.   Prolabs uteri

Prolabs uteri adalah kondisi dimana uterus lepas dari kedudukan yang semestinya, yaitu keluar melalui jalan rahim (vagina ) oleh karena jaringan penyangga yang sangat kendor.

 

 

Oleh: Novi Listyani, Tonny Subiyant, Lusiana Admojo, Ria Puspita

1 Komentar

Tomi Diki

pada : 17 January 2013


"mari bergabung d grup fb "Sudah Tahukah Anda ?""


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :